SEJARAH BERDIRINYA MBBPKT
Pada awal dibentuknya tahun 1987, grup marching band ini
bernama Marching Band Yayasan Pupuk Kaltim dan berada di bawah naungan Yayasan
Pupuk Kaltim. Tujuan pembentukan grup musik ini adalah untuk menyediakan sarana
kegiatan ekstrakurikuler yang positif bagi siswa-siswi SMP dan SMA Yayasan
Pupuk Kaltim.
Pada awalnya, marching band ini dilatih oleh para anggota
korps musik (korsik) departemen Kamtib PT. Pupuk Kaltim. Pengembangan sistem
kepelatihan dimulai saat diundangnya Didiet Maruto, seorang pemain trumpet
profesional dari jakarta, untuk membenahi dan meningkatkan kualitas musik dan
penampilan agar dapat tampil pada perayaan HUT PT. Pupuk Kaltim tahun 1989 di
jakarta secara optimal.
Sukses dalam penampilan tersebut membuat direktur utama PT.
Pupuk Kaltim saat itu, Ir. Kotan Pasaman, memberikan dukungan penuh untuk
menyediakan fasilitas, dana, dan mengikutsertakan grup marching band ini pada
kejuaraan nasional GPMB di jakarta tahun 1990 dengan membawa nama PT. Pupuk
Kalimantan Timur. Sejak itulah nama grup musik ini berubah menjadi Marching
Band Pupuk Kaltim, dari semula adalah kegiatan yang terbatas sebagai
ekstrakurikuler sekolah menjadi wadah olah raga dan musik siswa siswi serta
karyawan dan karyawati PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sistem organisasi dan
kepelatihan pun dikembangkan lebih jauh untuk meningkatkan kualitas permainan
dalam setiap penampilannya dengan mendatangkan pelatih professional saat itu,
Kirnadi, dan beberapa pelatih tamu lain.
Perombakan organisasi dan kepelatihan secara besar-besaran
dan sistematis dilakukan dengan didatangkannya dua pelatih asing Andy Dougharty
dan Rene Conway sebagai pelatih tetap. Begitu pula halnya dengan sistem
regenerasi, kesulitan dalam proses kaderisasi anggota yang semula mengandalkan
dari putra putri dan karyawan serta karyawati PT. Pupuk Kaltim membuat grup ini
akhirnya mulai membuka diri menerima keanggotaan dari masyarakat sekitar.
Pemberdayaan masyarakat umum dalam MB-PKT mendapat respon positif dari
pemerintah daerah, terlebih kenyataan bahwa nama kota Bontang menjadi lebih
dikenal secara luas salah satunya karena popularitas MB-PKT membuat pemerintah
daerah akhirnya mengusulkan perubahan nama dan pada tahun 2002, nama Marching
Band Pupuk Kaltim diadaptasikan menjadi Marching Band Bontang PKT.
Sejak tahun 1990 Marching Band Bontang PKT aktif ikut serta
dalam kejuaraan nasional GPMB di jakarta, dan pada 1994 menjadi satu-satunya
grup marching band luar daerah yang berhasil merebut gelar juara umum nasional
yang sebelumnya menjadi mitos hanya milik grup-grup marching band dari jakarta.
Prestasi tersebut berhasil dipertahankan di tahun-tahun
berikutnya sebagai juara bertahan. Hingga tahun 2008 Marching Band Bontang PKT
telah mencapai sembilan kali juara umum. Kesuksesan tersebut membuat Marching
Band Bontang PKT menjadi panutan dan trendsetter grup-grup marching band secara
umum di Indonesia.
Prestasi MB Bontang PKT:
- 10 Kali Juara Grand Prix MB (1994, 1995, 1996, 1997, 2000, 2001, 2004, 2006, 2008, dan 2011).
- Penghargaan Sudler Shield Award dari World Association of Marching Show Bands (WAMSB) 1998.
- Band of The Year dari WAMSB 2001
- Tampil di Istana Negara dan disaksikan langsung oleh Presiden 2003, 2005, dan 2013.
- Peringkat 3 Kuala Lumpur World Marching Band Competition 2007.
- Tampil di PON ke-XVII Kaltim 2008.
- Juara 1 Drum Battle Darunajah Marching Band Competition (DMC) 2007 dan 2008.
- Second Runner Up KLWMBC 2007.
- First Runner Up dan Best Percussion Line KLWMBC 2010.
Dan pada bulan desember kemarin, Marching Band
Bontang Pupuk Kaltim (MBBPKT) kembali menjadi juara umum dalam ajang Grand Prix
Marching Band (GPMB) ke-30 Tahun 2015. Prestasi kali ini, merupakan perolehan
juara umum ke-11 unit marching band asal Kalimantan Timur itu. Dalam laga babak
final, pada Minggu (28/12), tim asuhan Surya Madya itu meraih nilai tertinggi,
90,20.
Perolehan nilai MBBPKT dalam babak final, cukup
jauh meninggalkan MB Bahana Cendana Kartika Rumbai, Pekanbaru, Riau (84,80)
yang harus puas berada di posisi kedua. Menyusul di posisi ketiga, MB Waditra
Prima Sangatta, Kutai, Kalimantan Timur, dengan perolehan nilai 83,80.
Pantauan Rimanews,
sejak babak kualifikasi, pada Sabtu (27/12), MBBPKT memuncaki penilaian para
dewan juri. MBBPKT menampilkan tema persembahan untuk mendiang pelatih
utamanya, Rene Conway, yang berpulang pada 19 Desember 2013 lalu. Bertajuk
‘Tribute to Rene Conway, MBBPKT menyajikan Time To Say Goodbye karya soprano
kenamaan Italia, Andrea Bocelli.
Dalam lagu tersebut, MBBPKT mengisahkan perasaan
seseorang yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada sosok yang begitu
dicintai. Dalam hal ini, MBBPKT merasa ditinggalkan oleh guru mereka, yang
telah meninggalkan rasa kebijaksanaan dan kedewasaan bagi tim. Komposisi ini
sekaligus menjadi penanda, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, begitu pula
kebersamaan dengan guru yang begitu mereka cintai, Rene Conway.
Gelaran GPMB kali ini bertepatan dengan Perayaan
Ulang Tahun Ke-30 Yayasan GPMB, yang menggelar even bergengsi ini sejak 1984
lalu. Selama 20 tahun, Yayasan GPMB telah sukses menggelar even kejuaraan
marching band nasional paling bergengsi, di bawah asuhan Lisa Ayodhia. Memasuki
ulang tahun ke-30, estafet Yayasan GPMB berikutnya ada di bawah kepemimpinan
Pambudi Prasetyo.
VINCERO!!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar