Minggu, 18 Januari 2015

SEJARAH MB BONTANG PKT



 SEJARAH BERDIRINYA MBBPKT

Pada awal dibentuknya tahun 1987, grup marching band ini bernama Marching Band Yayasan Pupuk Kaltim dan berada di bawah naungan Yayasan Pupuk Kaltim. Tujuan pembentukan grup musik ini adalah untuk menyediakan sarana kegiatan ekstrakurikuler yang positif bagi siswa-siswi SMP dan SMA Yayasan Pupuk Kaltim.
Pada awalnya, marching band ini dilatih oleh para anggota korps musik (korsik) departemen Kamtib PT. Pupuk Kaltim. Pengembangan sistem kepelatihan dimulai saat diundangnya Didiet Maruto, seorang pemain trumpet profesional dari jakarta, untuk membenahi dan meningkatkan kualitas musik dan penampilan agar dapat tampil pada perayaan HUT PT. Pupuk Kaltim tahun 1989 di jakarta secara optimal.
Sukses dalam penampilan tersebut membuat direktur utama PT. Pupuk Kaltim saat itu, Ir. Kotan Pasaman, memberikan dukungan penuh untuk menyediakan fasilitas, dana, dan mengikutsertakan grup marching band ini pada kejuaraan nasional GPMB di jakarta tahun 1990 dengan membawa nama PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sejak itulah nama grup musik ini berubah menjadi Marching Band Pupuk Kaltim, dari semula adalah kegiatan yang terbatas sebagai ekstrakurikuler sekolah menjadi wadah olah raga dan musik siswa siswi serta karyawan dan karyawati PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sistem organisasi dan kepelatihan pun dikembangkan lebih jauh untuk meningkatkan kualitas permainan dalam setiap penampilannya dengan mendatangkan pelatih professional saat itu, Kirnadi, dan beberapa pelatih tamu lain.
Perombakan organisasi dan kepelatihan secara besar-besaran dan sistematis dilakukan dengan didatangkannya dua pelatih asing Andy Dougharty dan Rene Conway sebagai pelatih tetap. Begitu pula halnya dengan sistem regenerasi, kesulitan dalam proses kaderisasi anggota yang semula mengandalkan dari putra putri dan karyawan serta karyawati PT. Pupuk Kaltim membuat grup ini akhirnya mulai membuka diri menerima keanggotaan dari masyarakat sekitar. Pemberdayaan masyarakat umum dalam MB-PKT mendapat respon positif dari pemerintah daerah, terlebih kenyataan bahwa nama kota Bontang menjadi lebih dikenal secara luas salah satunya karena popularitas MB-PKT membuat pemerintah daerah akhirnya mengusulkan perubahan nama dan pada tahun 2002, nama Marching Band Pupuk Kaltim diadaptasikan menjadi Marching Band Bontang PKT.
Sejak tahun 1990 Marching Band Bontang PKT aktif ikut serta dalam kejuaraan nasional GPMB di jakarta, dan pada 1994 menjadi satu-satunya grup marching band luar daerah yang berhasil merebut gelar juara umum nasional yang sebelumnya menjadi mitos hanya milik grup-grup marching band dari jakarta.
Prestasi tersebut berhasil dipertahankan di tahun-tahun berikutnya sebagai juara bertahan. Hingga tahun 2008 Marching Band Bontang PKT telah mencapai sembilan kali juara umum. Kesuksesan tersebut membuat Marching Band Bontang PKT menjadi panutan dan trendsetter grup-grup marching band secara umum di Indonesia.
Prestasi MB Bontang PKT:
  • 10 Kali Juara Grand Prix MB (1994, 1995, 1996, 1997, 2000, 2001, 2004, 2006, 2008, dan 2011).
  • Penghargaan Sudler Shield Award dari World Association of Marching Show Bands (WAMSB) 1998.
  • Band of The Year dari WAMSB 2001
  • Tampil di Istana Negara dan disaksikan langsung oleh Presiden 2003, 2005, dan 2013.
  • Peringkat 3 Kuala Lumpur World Marching Band Competition 2007.
  • Tampil di PON ke-XVII Kaltim 2008.
  • Juara 1 Drum Battle Darunajah Marching Band Competition (DMC) 2007 dan 2008.
  • Second Runner Up KLWMBC 2007.
  • First Runner Up dan Best Percussion Line KLWMBC 2010.
 Dan pada bulan desember kemarin, Marching Band Bontang Pupuk Kaltim (MBBPKT) kembali menjadi juara umum dalam ajang Grand Prix Marching Band (GPMB) ke-30 Tahun 2015. Prestasi kali ini, merupakan perolehan juara umum ke-11 unit marching band asal Kalimantan Timur itu. Dalam laga babak final, pada Minggu (28/12), tim asuhan Surya Madya itu meraih nilai tertinggi, 90,20.
Perolehan nilai MBBPKT dalam babak final, cukup jauh meninggalkan MB Bahana Cendana Kartika Rumbai, Pekanbaru, Riau (84,80) yang harus puas berada di posisi kedua. Menyusul di posisi ketiga, MB Waditra Prima Sangatta, Kutai, Kalimantan Timur, dengan perolehan nilai 83,80.
Pantauan Rimanews, sejak babak kualifikasi, pada Sabtu (27/12), MBBPKT memuncaki penilaian para dewan juri. MBBPKT menampilkan tema persembahan untuk mendiang pelatih utamanya, Rene Conway, yang berpulang pada 19 Desember 2013 lalu. Bertajuk ‘Tribute to Rene Conway, MBBPKT menyajikan Time To Say Goodbye karya soprano kenamaan Italia, Andrea Bocelli.
Dalam lagu tersebut, MBBPKT mengisahkan perasaan seseorang yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada sosok yang begitu dicintai. Dalam hal ini, MBBPKT merasa ditinggalkan oleh guru mereka, yang telah meninggalkan rasa kebijaksanaan dan kedewasaan bagi tim. Komposisi ini sekaligus menjadi penanda, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, begitu pula kebersamaan dengan guru yang begitu mereka cintai, Rene Conway.
Gelaran GPMB kali ini bertepatan dengan Perayaan Ulang Tahun Ke-30 Yayasan GPMB, yang menggelar even bergengsi ini sejak 1984 lalu. Selama 20 tahun, Yayasan GPMB telah sukses menggelar even kejuaraan marching band nasional paling bergengsi, di bawah asuhan Lisa Ayodhia. Memasuki ulang tahun ke-30, estafet Yayasan GPMB berikutnya ada di bawah kepemimpinan Pambudi Prasetyo.

 VINCERO!!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar