Senin, 14 September 2015

SEKILAS TENTANG SEAMBC (SOUTH EAST ASIA MARCHING BAND CHAMPIONSHIP) 2015

Street Parade SEAMBC


Street Parade sebagai bagian dari salah satu cabang kompetisi SEAMBC 2015, berlangsung Minggu (30/8) SEAMBC 2015. Pawai berlangsung sepanjang 200 meter di bilangan Jalan Sudirman dengan garis start di Makodim 0606 Kota Bogor dan finish di Museum Peta Kota Bogor. Gelaran berlangsung mulai pukul 8 pagi dan dihadiri Walikota Bogor Bima Arya beserta Ibu Yane Ardian, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol. Inf. Mukhamad Albar serta Ketua Panitia SEAMBC 2015 Gatut Susanta.

Dalam sambutannya, Bima Arya berharap event ini tidak hanya memperbaiki dan menginspirasi kiprah marching band di Bogor dan Indonesia secara umum, tapi juga berdampak positif pada sektor pariwisata Kota Bogor. “Saya ucapkan sukses kepada seluruh peserta yang akan kembali ke negaranya, dan saya harap dapat kembali bertemu dalam waktu dekat,” ujarnya.
Bima juga memberikan selamat kepada semua pemenang atas pencapaian yang diperoleh selama kompetisi berlangsung. Tidak lupa, Bima pun berterima kasih kepada panitia yang atas kerja kerasnya menyukseskan event ini.

SEAMBC 2015 Street Parade diikuti 20 tim dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura,Filipina, dan Indonesia. Penyelenggaraan kompetisi SEAMBC 2015 sendiri digelar secara bergantian di Kota dan Kabupaten Bogor mulai 27 Agustus hingga 30 Agustus 2015. Kompetisi mengambil beberapa lokasi seperti GOR Pajajaran, Botani Square dan Pusdikzi. Selain Street Parade, lomba lain yang juga dikompetisikan antara lain kategori Display, kategori Drum Battle, dan kategori Colour Guard.

FINAL DRUM BATTLE


Bogor, 28/8/15. Semi Final dan Final Drum Battle dihari ke 2 SEAMBC sangat meriah dengan penonton yang sangat antusias menyaksikan pertandingan Final Drum Battle, dalam semi final ini yang lolos ada 6 Tim dan akan di pertemukan secara acak sesuai keputusan Juri.

Peserta yang lolos untuk masuk Semi Final  adalah Bahana Swara Garuda, The Mob Fighter GPS, Red Gate Percussion, Al-hidayah, The Big Shell ( Thailand ) dan Imus Youth Simphony ( Philppines ).


Hasil Drum Battle SEAMBC 2015 , Peringkat 1. The Big Shell ( Thailand ), 2. Mob Fighter GPS, 3. Red Gate Percussion dan 4. Bahana Swara Garuda.


Final DISPLAY SEAMBC


Bogor, 29/8/30.Perlombaan yang digelar Pengurus Besar (PB) Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) bekerjasama dengan World Association of Marching Show Bands (WAMSB). Ajang ini diikuti oleh berbagai perserta dari penjuru tanah air seperti, Gita Pesona Speljwik ( Serang ),Gita Swara Cipaku (Bogor), Gita Banjarsari (Bandung), GSP DC (Cibitung Bekasi), MB. Gita Wangka
(Bangka Belitung) dan Pipe Master yang berasal dari negara tetangga Malaysia.



Hasil Final Display SEAMBC 2015 :
Band Number
Band Name Score
Level
Place
 6 MB. Gita Pesona Spelwijk  83,8 GOLD 1
 5  MB. Gita Wangka Babel  82,8  Silver  2
 4  Pipe Master  81,9  Silver  3
 3  GSP DC  77,2  Bronze  4
 2  Gita Nada Banjarsari  75,8  Participant  5
 1  Gita Swara Cipaku  75,1  Participant  6


GSB Tampil Sebagai Bintang Tamu

Pada SEAMBC 2015 Drum And Bugle Corps Gita Surosowan Banten mendapat kehormatan saat ditunjuk Panitia SEAMBC secara langsung menjadi bintang tamu kehormatan.

Penampilan klub Drum And Bugle Corps asal Banten ini sengaja disimpan setelah lomba display berakhir. Saat peserta menunggu hasil penilaian juri, seluruh penonton yang berada di stadion dibuat terpukau oleh penampilan atlet-atlet muda Banten ini.

Setiap jeda segmen musik berhenti, stadion dibuat riuh oleh tepukan tangan penonton. Dalam waktu 11 menit 50 detik, penonton dipuaskan oleh alunan nada perkusi, brass, dan penampilan display Gita Sorosowan.


Hasil SEAMBC 2015


DRUM BATTLE
 
DRUM BATTLE ( FINAL ROUND ) AUGUST 28' 2015
RANK BAND NAME
1 THE BIG SHELL ( THAILAND )
2 THE MOB FIGHTER ( INDONESIA )
3 RED GATE PERCUSSION ( INDONESIA )
4 BAHANA SWARA GARUDA ( INDONESIA )

DISPLAY ( AUGUST 29'2015 )

STREET PARADE AUGUST 30'2015

COLOUR GUARD CONTEST AUGUST 29'2015
PLACE BAND NAME           NATIONS
1 GLAVARIUS JAKARTA   INDONESIA
 2  SIMPHONY MAHARDIKA  INDONESIA
 3  BAHANA SWARA GARUDA  INDONESIA


Penutupan SEAMBC



Bogor, 30/8/15. Penutupan SEAMBC dilakukan setelah mata Lomba terakhir dilaksanakan yaitu Street Parade di Jalan. Jendral Sudirman Bogor, Pentupan ini dilaksanakan di lapangan Pusdikzi Bogor dan sebelum penutupan dilakukan Pelantikan SEAMBC Series yang akan dilaksanakan di 12 Kota Di Indonesia.



Pada penutupan SEAMBC ini dirangkaikan dengan Pengumuman pemenang Lomba - Lomba mulai dari Drum Battle, Display, Colour Guard dan Street Parade. Setiap Pemenang akan diberikan Tropi dari Menteri Pemuda dan Olahraga dan Sertifikat Kejuaraan.
dalam penutupan tersebut dihadiri oleh Walikota Bogor Dr. Bima Arya, Kol. Sapto Adi Bendahara PB PDBI yang mewakili Ketua Umum PB PDBI, Ketua Panitia SEAMBC Gatut Susanta dan Pengurus PB PDBI.




Rabu, 09 September 2015

FERMATA KEJURKOT DRUM BAND 2015 KOTA BLITAR

Dalam setiap penampilan display, Fermata selalu menampilkan koreogfrafi yang menarik serta membuat mata penonton tak bergeming. Begitu juga saat ending dari display, menjadi sebuah keharusan atau tradisi. bentuk dari koreo adalah lambang dari Fermata.

JEMBER OPEN MARCHING COMPETITION 2015

Pada tanggal 18 September 2015 akan diadakan Jember Open marching Competition 2015 yang bertempat di Alun-alun kota Jember. Acara ini adalah sebuah perhelatan kompetisi Marching Band tingkat internasional. Acara ini juga bisa dikatakan sama dengan tingkat kejuaraan di dunia seperti kejuaraan yang diadakan tingkat Asia. Kejuaraan ini mendapatkan dukungan sepenuhnya dari beberapa negara peserta yaitu China, Philiphina, Hongkong, Malaysia, dan Afrika Selatan. Acara ini paling tidak akan diikuti oleh lebih dari 30 kelompok Marching band dari berbagai negara. Kejuaraan ini juga menjadi pertimbangan khusus pada kelompok Marching Band yang akan mengikuti turnamen Marching Band tingkat dunia pada tahun mendatang di Amerika.

JOMC 2015 akan menampilkan beberapa macam lomba Marching Band dengan beberapa tingkat seperti Marching Show Band, Drum Battle, kontes Colour Guard, Brass Battle, kompetisi untuk Individual Colour Guard, Snare Drum dan Multi Tom, dan juga Duet Guard Contest. Penilaian untuk semua kompetisi ini akan dilihat dari berbagai sisi dan kelas seperti kualitas musik, penampilan, daya visual marching band dan juga efek musik yang dihasilkan. Ada beberapa trofi yang dipersembahkan dalam pertunjukan ini, antara lain piala tetap Bupati Jember, Kanpora Jember dan KONI Jember.

Peserta dari beberapa negara luar yang sudah mengkonfirmasi kedatangan adalah seperti dari Afrika Selatan, Filipina, Malaysia, China, Thailand dan Hongkong. Sementara peserta dari dalam negeri yang sudah melakukan pendaftaran adalah dari Bali, Jember, Tangerang, Banten, Situbondo, Balikpapan, Jakarta, Malang, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Bondowoso dan Probolinggo

Dalam kompetisi ini juga akan menghadirkan beberapa juri dalam dan luar negeri yang berkompeten seperti Sehat Kurniawan, Ginanjar Kamil, Diana Sari, Bambang Nurdiansyah, Marco Sebira (dari Indonesia), Tang Chia Hoe (dari Malaysia),  Takuya Wada (dari Jepang), Peter (Belanda), Fadiel Gasant (Afrika Selatan) dan Kosin Suebprasitwong (dari Thailand).

SCHEDULE JOMC P1

 

Minggu, 18 Januari 2015

MBBPKT on GPMB XXX 2014 "Tribute to Rene Conway"

SEJARAH MB BONTANG PKT



 SEJARAH BERDIRINYA MBBPKT

Pada awal dibentuknya tahun 1987, grup marching band ini bernama Marching Band Yayasan Pupuk Kaltim dan berada di bawah naungan Yayasan Pupuk Kaltim. Tujuan pembentukan grup musik ini adalah untuk menyediakan sarana kegiatan ekstrakurikuler yang positif bagi siswa-siswi SMP dan SMA Yayasan Pupuk Kaltim.
Pada awalnya, marching band ini dilatih oleh para anggota korps musik (korsik) departemen Kamtib PT. Pupuk Kaltim. Pengembangan sistem kepelatihan dimulai saat diundangnya Didiet Maruto, seorang pemain trumpet profesional dari jakarta, untuk membenahi dan meningkatkan kualitas musik dan penampilan agar dapat tampil pada perayaan HUT PT. Pupuk Kaltim tahun 1989 di jakarta secara optimal.
Sukses dalam penampilan tersebut membuat direktur utama PT. Pupuk Kaltim saat itu, Ir. Kotan Pasaman, memberikan dukungan penuh untuk menyediakan fasilitas, dana, dan mengikutsertakan grup marching band ini pada kejuaraan nasional GPMB di jakarta tahun 1990 dengan membawa nama PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sejak itulah nama grup musik ini berubah menjadi Marching Band Pupuk Kaltim, dari semula adalah kegiatan yang terbatas sebagai ekstrakurikuler sekolah menjadi wadah olah raga dan musik siswa siswi serta karyawan dan karyawati PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sistem organisasi dan kepelatihan pun dikembangkan lebih jauh untuk meningkatkan kualitas permainan dalam setiap penampilannya dengan mendatangkan pelatih professional saat itu, Kirnadi, dan beberapa pelatih tamu lain.
Perombakan organisasi dan kepelatihan secara besar-besaran dan sistematis dilakukan dengan didatangkannya dua pelatih asing Andy Dougharty dan Rene Conway sebagai pelatih tetap. Begitu pula halnya dengan sistem regenerasi, kesulitan dalam proses kaderisasi anggota yang semula mengandalkan dari putra putri dan karyawan serta karyawati PT. Pupuk Kaltim membuat grup ini akhirnya mulai membuka diri menerima keanggotaan dari masyarakat sekitar. Pemberdayaan masyarakat umum dalam MB-PKT mendapat respon positif dari pemerintah daerah, terlebih kenyataan bahwa nama kota Bontang menjadi lebih dikenal secara luas salah satunya karena popularitas MB-PKT membuat pemerintah daerah akhirnya mengusulkan perubahan nama dan pada tahun 2002, nama Marching Band Pupuk Kaltim diadaptasikan menjadi Marching Band Bontang PKT.
Sejak tahun 1990 Marching Band Bontang PKT aktif ikut serta dalam kejuaraan nasional GPMB di jakarta, dan pada 1994 menjadi satu-satunya grup marching band luar daerah yang berhasil merebut gelar juara umum nasional yang sebelumnya menjadi mitos hanya milik grup-grup marching band dari jakarta.
Prestasi tersebut berhasil dipertahankan di tahun-tahun berikutnya sebagai juara bertahan. Hingga tahun 2008 Marching Band Bontang PKT telah mencapai sembilan kali juara umum. Kesuksesan tersebut membuat Marching Band Bontang PKT menjadi panutan dan trendsetter grup-grup marching band secara umum di Indonesia.
Prestasi MB Bontang PKT:
  • 10 Kali Juara Grand Prix MB (1994, 1995, 1996, 1997, 2000, 2001, 2004, 2006, 2008, dan 2011).
  • Penghargaan Sudler Shield Award dari World Association of Marching Show Bands (WAMSB) 1998.
  • Band of The Year dari WAMSB 2001
  • Tampil di Istana Negara dan disaksikan langsung oleh Presiden 2003, 2005, dan 2013.
  • Peringkat 3 Kuala Lumpur World Marching Band Competition 2007.
  • Tampil di PON ke-XVII Kaltim 2008.
  • Juara 1 Drum Battle Darunajah Marching Band Competition (DMC) 2007 dan 2008.
  • Second Runner Up KLWMBC 2007.
  • First Runner Up dan Best Percussion Line KLWMBC 2010.
 Dan pada bulan desember kemarin, Marching Band Bontang Pupuk Kaltim (MBBPKT) kembali menjadi juara umum dalam ajang Grand Prix Marching Band (GPMB) ke-30 Tahun 2015. Prestasi kali ini, merupakan perolehan juara umum ke-11 unit marching band asal Kalimantan Timur itu. Dalam laga babak final, pada Minggu (28/12), tim asuhan Surya Madya itu meraih nilai tertinggi, 90,20.
Perolehan nilai MBBPKT dalam babak final, cukup jauh meninggalkan MB Bahana Cendana Kartika Rumbai, Pekanbaru, Riau (84,80) yang harus puas berada di posisi kedua. Menyusul di posisi ketiga, MB Waditra Prima Sangatta, Kutai, Kalimantan Timur, dengan perolehan nilai 83,80.
Pantauan Rimanews, sejak babak kualifikasi, pada Sabtu (27/12), MBBPKT memuncaki penilaian para dewan juri. MBBPKT menampilkan tema persembahan untuk mendiang pelatih utamanya, Rene Conway, yang berpulang pada 19 Desember 2013 lalu. Bertajuk ‘Tribute to Rene Conway, MBBPKT menyajikan Time To Say Goodbye karya soprano kenamaan Italia, Andrea Bocelli.
Dalam lagu tersebut, MBBPKT mengisahkan perasaan seseorang yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada sosok yang begitu dicintai. Dalam hal ini, MBBPKT merasa ditinggalkan oleh guru mereka, yang telah meninggalkan rasa kebijaksanaan dan kedewasaan bagi tim. Komposisi ini sekaligus menjadi penanda, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, begitu pula kebersamaan dengan guru yang begitu mereka cintai, Rene Conway.
Gelaran GPMB kali ini bertepatan dengan Perayaan Ulang Tahun Ke-30 Yayasan GPMB, yang menggelar even bergengsi ini sejak 1984 lalu. Selama 20 tahun, Yayasan GPMB telah sukses menggelar even kejuaraan marching band nasional paling bergengsi, di bawah asuhan Lisa Ayodhia. Memasuki ulang tahun ke-30, estafet Yayasan GPMB berikutnya ada di bawah kepemimpinan Pambudi Prasetyo.

 VINCERO!!!!


tips trik melatih tk




TIPS DAN TRIK MELATIH TK
Sudah banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang mempunyai peralatan drum band/marching band, akan tetapi belum tentu sekolah yang sudah memiliki peralatan drum band/marching band juga sudah memiliki pelatih Drum Band. Karena begitu minimnya tenaga pelatih drum band/marching band untuk sekolah khususnya TK/SD yang ada di Indonesia ini, kebanyakan dari insan marching band hanya sebagai pemain saja dan setelah tidak menjadi pemain biasanya mantan- manatan pemain ogah untuk melatih Drum Band/ Marching Band, apalagi untuk melatih anak-anak TK/SD. Dari Keterangan diatas berarti tenaga pengajar/pelatih Drum Band untuk TK/SD bisa dikatakan langka. Untuk itu kami ada beberapa tutorial atau panduan untuk mengajar anak- anak TK/SD dalam melatih Drum Band.
Diantara yang harus di miliki seorang pelatih drum band TK/ SD adalah sbb:
1.    Minimal kita harus memiliki dasar musik yang cukup.
2.   Sabar
3.   Tekun
4.    tidak mudah putus asa
5.    selalu kreatif
5 syarat diatas itu setidaknya harus anda miliki sebelum terjun menjadi seorang pelatih Drum Band. Selanjutnya apa yang harus
diajarkan ke anak-anak?
1.    Kedisiplinan (sesuai kemampuan anak TK/SD)
2.   Materi Drum Band yang akan kita ajarkan
3.   Kekompakan
4.   Komunikatif
5.   Intermesso
Untuk materi yang akan diberikan usahakan kita menggunakan metode yang paling mudah diingat anak, silakan menggunakan bahasa apa aja bebas seperti hitungan “1-9”, “ka-ki”, “a, b, c, d” atau yang lainnya tapi biasanya saya menggunakan hitungan “1-9” yang penting mudah diingat anak-anak tetapi nilai pukulannya harus sama dengan apa yang akan kita ajarkan.
Selanjutnya materi yang pertama diajarkan ke anak-anak adalah:
A. Pemanasan (Warming up)
a)  Kita bisa mengajarkan ke anak pukulan “single” kanan 8 X kiri 8X sebanyak 2X ulangan. Gunakan ucapan tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan
b)   Selanjutnya pukulan “didle” kanan 5X dan kiri 5X sebanyak 2X ulangan ucapannya adalah satu X dua X tiga X empat X liima (dibaca agak cepat dan untuk yang liima agak dipanjangkan “I” nya agak panjang)
c)  Pukulan Trididle yaitu memukul 3X pukulan ditambah hitungan “satu”. Dengan metode pengucapan “berhenti-berhenti-berhenti- sa-tu” (bisa dikembangkan sendiri metode pengucapannya).
B. Materi inti
a)  Standar pukulan anak TK dan anak SD adalah pukulan 5X. yaitu kanan dan kiri memukul secara bergantian (cara pengucapannya adalah “tuwagapatma” dengan tempo agak cepat. Tangan kanan dan tangan kiri memukul secara bergantian, dalam arti tu=kanan wa=kiri dan seterusnya
b)  Prak-prak atau Flam digunakan untuk lagu kejutan atau break.cara mukulnya tangan kanan dan kiri memukul secara bersamaan.
c)  Pukulan 5 doubel yaitu cara mukulnya sama dengan yang di sub-a. kanan dan kiri bergantian mukul tetapi hitungannya double. Dan cara ucapannya adalah (tu, du-a, ti-ga, em-pat, li-ma).
Kayaknya sudah cukup cara pengajaran drum bandnya pukulan di atas sudah bisa digunakan untuk lagu-lagu yang sederhana. Dan Pukulan pukulan di atas bisa dikembangkan sendiri sesuai dengan keinginan kita, yang penting kita sabar, tidak mudah emosi, putus asa, dan paling penting kontinyuitas.
selamat melatih kawan…….

 

Sabtu, 17 Januari 2015

SEMUA TENTANG DRUMBAND


Ada yang bilang, cikal bakal marching band adalah dari kelompok drum band yang dibuat dengan tujuan mengumpulkan masa. Tapi lama kelamaan fungsi drum band bergeser kearah menghibur karena aspek musikalitasnya yang menonjol, dari sinilah marching band muncul.

Band militer yang isinya cowok-cowok semua dengan tujuan mengatur langkah pasukan biar rapih dalam barisan, ternyata jadi awal terbentuknya marching band. Marching band berkembang setelah perang dunia ke 2, dimana para veteran perang membuat corps musik memainkan lagu-lagu mars nostalgia PD 2 sambil berparade keliling kota diacara-acara perayaan.

Cukup simple mendeskripsikan marching band. Sebut saja suatu grup yang terdiri dari sejumlah orang yang memainkan alat-alat musik sambil melakukan banyak gerakan (umumnya baris berbaris) dan punya para pendukung (diluar pemain musik) seperti pembawa bendera atau penari.

Drum band atau drum and buggles corps tidak sama dengan marching band. Perbedaannya adalah dalam segi komposisi musik.marching band sangat mementingkan segi kualitas musikalitasnya, lebih dari segi baris berbaris. Sedang kan drumband lebih cenderung memilih mars sebagai komposisi lagu dibandingkan kualitas musik dan baris-berbaris.

Elemen lain yang membedakan drumband dan marching band, komposisi alat musiknya. Marching band mempunyai komposisi alat tiup lengkap dari logam dan kayu. Sedangkan alat tiup drumband hanya berupa trompet, mellophone dan trombhone sisanya memakai pianika atau recorder.

Fifes dan drum merupakan alat wajib dalam marching band milik tentara amerika serikat selama periode perang revolusi.pada perang sipil, drum and buggles (trompet) yang harus ada. Sedang kan pada perang dunia 1 dan 2 dominan dengan alat musik tiup dan perkusi. Kalau di KANADA atau SCHOTLANDIA baktive alat musik tradisional schotlandia wajib ada.

Grand Prix Marching Band (GPMB) merupakan kejuaraan rutin bergengsi milik para insan yang terjun di dunia marching band Indonesia. Kejuaraan ini yang diadakan secara nasional dan biasa digelar pada akhir tahun dan diikuti oleh hampir seluruh unit marching band yang ada di Indonesia.

Hamengkubuwono marching band champion ship di Yogyakarta juga merupakan salah satu ajang kompetisi marching band bergengsi di Indonesia. Konon, piala yang diperebutkan sifatnya sakral dan khusus dari Sri Sultan Hamengkubuwono sendiri. Piala dilapisi emas, perak, dan perunggu. Merupkan lambang mahkota kerajaan Ngayogyakarta.

Instrumen dalam marchingband sangat membantu latihan baris berbaris dalam militer. Melalui hentakan alat musik, tentara yang ribuan sekalipun bisa diatur dibawah satu komando, secara serempak, teratur dan tidak saling injak satu sama lain.

Jika instrument marching band tidak ada biasanya para tentara menggunakan kata kata untuk mengatur langkah pasukan sebagai gantinya. Tapi cara demikian mempunyai kelemahan karena hanya bersandar pada suara manusia. Sedangkan kalau pake drum atau alat musik lain, lebih efektif karena volume beat dari alat musik bisa menjangkau secara luas.


PEMBAGIAN DIVISI YANG ADA DIDALAM MARHING BAND/ DRUM CORPS

1. DIVISI PERCUSSION BATTREY

  • Snare drum

  • Quint Tom

  • Bass drum

  • Hand Cymbal

2. DIVISI PIT INSTRUMENT (PERCUSSION IN TONE)

  • Marching bells

  • Xylophone

  • Vibraphone

  • Marimba

  • Timpani

  • Chimes

  • Orchestra Cymbal

  • Grand Casa

  • Asesoris lainnya

3. DIVISI BRASS

  • Trumpet

  • Flugel horn

  • Melophone/Frenc Horn

  • Baritone

  • Euphonium

  • Tuba Contra tuba

4. COLOUR GUARD

  • Bendera/Flag standart

  • Big Flag

  • Flag Angel

  • Rifel/senapan

  • Sabre/pedang

  • Air Blade


JENIS-JENIS PENGELOMPOKKAN ALAT MARCHING BAND

Instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkan alat marching band. Pengelompokkan alat marching ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori alat drum band tersebut, masing-masing kategori alat band memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan alat drum ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain marching drum band yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas social drum band non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.

Instrumen musik tiup
Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan alat drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching drum band menggunakan nada dasar B? atau F. Jenis instrumen itu antara lain terompet, french horn, mellophone, tenor horn, baritone, euphonium, contra bass / tuba.

Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan alat marching umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan alat marching band. Contoh instrumen ini antara lain snare drum, drum tenor / quint, drum bass, simbal.

Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan alat band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan alat drum band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis instrumen ini antara lain xylophone, vibraphone, marimba, simbal, gong Cina, timpani, drum bass konser, tubular bell.

 1. Instrumen Musik Perkusi
Instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusi yang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grup marching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, namun juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.

  • Snare drum

Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. Snare drum “high tension” modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.

  • Drum tenor

Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon. Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring. Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

  • Drum bass

Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer

  • Simbal

Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

. Instrumen PIT (Percussion In Tone)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan orkes barisan, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan orkes barisan umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (orkes barisan terdahulu). Beberapa grup orkes barisan bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan orkes barisan antara lain:

  • Xylophone

  • Vibraphone

  • Marimba

  • Gong cina

  • Timpani

  • Drum bass konser

  • Tubular bell

nstrumen Bendera/Colour Guard Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah bendera dan senapan kayu. Bentuk berndera dan aksesori nya pun bisa berbeda beda pada tiap penampilan sebuah band tersebut, karena agar menyesuaikan dengan paket pembawaan dari band tersebut. Beberapa contoh properti pada section ini adalah:


Instrumen Musik Tiup Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brass merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.

  • Terompet

Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Di Indonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.

  • Mellophone


Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.

  • Baritone Horn/Euphonium

Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B.

  • Contra Bass/Tuba

Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.